Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Manfaat Bermain Boneka

Sejak dua bulan yang lalu, Reksa (5 tahun) suka bermain boneka. Boneka yang paling disukainya adalah boneka perempuan yang ia beri nama Aisya. Boneka tersebut sudah dianggap seperti adeknya sendiri. Saat waktunya Reksa mandi, Aisya dimandikan juga. Saat waktunya Reksa ke PAUD atau saat keluar diajak ayah, Aisya tak lupa dibawanya. Reksa juga memperhatikan makan dan minum Aisya. Bahkan, saat mau tidur, Aisya juga dia neneni dan kemudian ditidurkannya di dekat tempat tidurnya. 

Biasanya Reksa leluasa bermain dengan bonekanya saat Saka tidur siang karena ia bebas meletakkan berbagai peralatan dan kebutuhan Aisya tanpa mendapat gangguan.  Melihat ketertarikan Reksa pada boneka yang cukup besar, saya membelikan boneka yang lebih besar. Boneka Aisya kemudian diberikan Reksa pada Saka. Saya berharap Saka juga bisa belajar merawat boneka.

Apa saja ya, manfaat anak bermain boneka? Berikut manfaat bermain boneka yang saya temukan saat Reksa bermain dengan bonekanya : a. Melatih motorik halus…

Belajar Tepat Waktu

Sejak mengenal homeschooling, saya agak kurang semangat memasukkan anak ke sekolah formal. Oleh karenanya, saat anak-anak yang lain sudah mulai masuk PAUD, Reksa masih bermain di rumah. Namun, saat usianya empat tahun, Reksa minta sekolah. Waktu itu saya sudah pindah rumah di Kalisoka. Dengan pertimbangan agar Reksa punya teman bermain, saya pun mengabulkan keinginannya sekolah PAUD.
Waktu belajar PAUD Kalisoka hanya tiga kali seminggu yakni hari Senin, Rabu dan Jumat. Dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB. Awalnya saya selalu tepat waktu mengantar Reksa sampai di sekolah. Namun, dalam perjalanannya, saya sering terlambat sampai di sekolah. Selain karena kerepotan saya di pagi hari seperti beberes rumah dan mencuci baju, saya agak santai mengantar reksa karena seringnya pembelajaran resmi baru dimulai pukul 08.30 WIB. Waktu itu saya berpikir, “Mengapa mesti berangkat tepat waktu kalau toh akhirnya dimulainya mundur setengah jam?!”. *nyengir kuda


Kebiasaan itu tidak h…