Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Review Kelompok 8 : Ketika Anakku Jatuh Cinta

TantanganPerkembangan seksualitas masa kini yang lebih cepat Gaya pacaran yang semakin berani Minimnya pendampingan orang tua, baik karena sibuk atau “kalah” dengan anak Lingkungan pergaulan yang semakin bebas
Penyebab Naluri Cinta Terlalu Dini Tontonan baik melalui TV, medsos maupun gadget Haus kasih sayang karena ortu sibuk bekerja Lingkungan
Pendidikan Seks (dalam Ulwan, 2007) Fase pertama (tamyiz usia 7-10 tahun), pada masa ini ajari anak tentang etika meminta izin dan memandang sesuatu. Fase kedua (murahaqah usia 10-14 tahun). Pada masa ini hindarkan anak dari berbagai rangsangan seksual. Fase ketiga (baligh, usia 14-16 tahun). Jika anak sudah siap menikah, pada masa ini anak diberi adab tentang mengadakan hubungan seks. Dititiktekankan pada menjaga diri dan kemaluan dari perbuatan tercela apabila belum siap menikah.
Peran Ortu mendampingi anak menuju aqil baligh : Dikatakan aqil : dewasa mental, dipengaruhi pendidikan, bertanggung jawab, mandiri, peran ayah (utama), baru kemudian peran ibu …

Review Kelompok 7 : Fitrah Seksualitas, Mendidik Anak Laki-laki Menjadi Lelaki Sejati

Pada Dasarnya Allah menciptakan manusia terdiri dari dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan, namun pada kenyataannya ada yang mengalami kebingungan dalam menentukan jenis kelaminnya. Kebingungan yang dimaksud adalah tidak adanya kesesuaian antara jenis kelamin dan kejiwaannya. Ketidaksesuaian antara jenis kelamin dan kejiwaan ini bisa terjadi pada seseorang yang terlahir dengan alat kelamin wanita yang sempurna dan tidak cacat, tetapi merasa bukan seorang wanita melainkan pria atau sebaliknya, keadaan seperti ini disebut Transgender.
Transgender adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir, atau berbeda dari jenis kelamin yang di tetapkan saat mereka lahir. Transgender tidak menunjukkan bentuk spesifik apapun dari orientasi seksual orangnya. Mereka dapat mengidentifikasi dirinya sebagai heteroseksual, homoseksual, biseksual, atau aseksual.
Transgender atau masalah kebingungan jenis kelamin ini sering diekspresikan dalam bentuk dand…

Review Kelompok 11 : Mengarahkan Orientasi Seksual Anak

Mengarahkan Orientasi Seksual Anak
Perbedaan LGBT & SSA:
Menurut sumber yang kami dapat,
LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) merupakan identitas sosial sehingga mereka ingin diakui, diterima, dan dilegalkan baik oleh masyarakat dan negara.
Sedangkan SSA (Same Sex Attraction) adalah orientasi seksual atau adanya ketertarikan secara emosional dan seksual dengan sesama jenis. Segelintir orang yang memiliki kecenderungan sejenis ini, sadar bahwa hal tersebut salah dan menyalahi fitrah.
(Sumber: Artikel OH My God Anakku SSA. Majalah Ummi Desember 2015)
Mengarahkan Orientasi Seksual Anak
Rata-rata ilmuwan berpendapat bahwa *faktor lingkungan* berperan besar dalam membentuk orientasi seksual seorang anak. Oleh karena itu, hindari pemicu yang bisa membuat orientasi seksual anak keluar dari fitrah.
Berikut beberapa langkahnya:
1. Kenalkan jati diri dan identitas sesuai jenis kelamin anak
Misal hindari memberi mainan _princess_ kepada anak laki-laki dan mainan robot kepada anak perempua…