Langsung ke konten utama

Postingan

SINOPSIS FILM SPIRITED AWAY

  Judul Asli : Sen to Chihiro no Kamikakushi Negara : Jepang Tahun : 2001 Sutradara : Hayao Miyazaki Pengisi Suara : Rumi Hiiragi, Miyu Irino, Mari Natsuki Durasi : 125 menit Hampir sebagian besar anak-anak takut hantu. Padahal saat ditanya, apakah mereka sudah pernah melihat hantu, bisa dipastikan mereka akan menggelengkan kepala. Ya, anak-anak hanyalah merekam apa yang orang lain katakan. Bahwa hantu itu ada dan menyeramkan. Lantas rekaman tersebut memenuhi ingatan mereka sehingga membuat mereka takut. Bagaimana jika anak-anak kita ajak menonton film hantu? Tentu saja bukan untuk menakuti, namun untuk merubah pandangan anak-anak tentang hantu. Film Spirited Away adalah salah satu film animasi dari Jepang yang layak ditonton anak-anak. Meskipun bercerita tentang dunia hantu, bentuk hantu dan adegan dalam film ini sama sekali tidak menyeramkan. Justru film ini bisa mengurangi stereotype bahwa hantu itu menakutkan. Menurut Wikipedia, Spiri...

RANGKUMAN MATERI WEBINAR HOMESCHOOLING SESI 2

Lima bulan terakhir ini saya tertarik mempelajari model pendidikan homeschooling. Hari-hari saya berkutat dengan browsing dan browsing tentang apa itu homeschooling. Mengapa bisa begitu? Semua bermula dari kegelisahan saya saat masih tinggal dengan kakak perempuan saya yang mempunyai anak usia SD. Namanya Azkal (9 tahun). Setiap kali belajar bersama ibunya, setiap kali itu pula ia “ribut” dengan ibunya. Ibunya, kakak perempuan saya, merasa sejak duduk di kelas 3, Azkal susah sekali diajak belajar. Menurutnya, guru kelas Azkal kurang kreatif dalam mendidik. Seringkali hanya menyuruh anak mencatat materi pelajaran saja. Beberapa orang tua sudah menyampaikan keluhan tersebut ke pihak sekolah. Sayangnya, keluhan tersebut tidak diimbangi dengan perbaikan di pihak sang guru. Kondisi ini tidak berimbang dengan banyaknya materi pelajaran yang harus dipelajari siswa Sebenarnya materi pelajaran untuk SD kelas 3 belum begitu rumit. Hanya saja, sang guru menggunakan acuan Lembar Kegiatan ...

MENDIDIK ANAK TANGGAP BENCANA

Judul Buku : Seri Aku Anak Cerdas: Saat Keadaan Darurat Penulis : Dian Kristiani dan Tethy Ezokanzo Ilustrasi : Evan RP Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer Cetakan : 2013 Tebal Buku : 64 halaman Harga : Rp. 55.000,00 Meski tidak diinginkan, adakalanya manusia harus menghadapi kondisi darurat. Terlebih hidup di Indonesia yang merupakan daerah rawan bencana. Bencana yang datang tentu saja tidak memilih kepada siapa ia akan menemuinya. Baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda mempunyai potensi yang sama besar terkena bencana. Anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan seringkali menjadi korban pertama dan paling menderita dibandingkan orang dewasa. Kondisi yang sangat kita sayangkan bersama. Sadar akan kondisi tersebut, banyak kalangan yang mulai memberikan perhatian terhadap pentingnya pendidikan tanggap bencana kepada anak. Sebagai penulis, Dian Kristiani dan Tethy Ezokanzo juga tak ketinggalan. Melalui karyanya “Buku Seri Aku Anak ...

BAHAGIA MESKI TAK SEMPURNA

Judul Buku : I'm (Not) Perfect Penulis : Dian Kristiani Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan : I, 2013 Tebal Buku : 153 halaman Apakah Anda pernah digunjing orang lain karena Anda working mom? Apakah Anda pernah dinilai orang lain sebagai ibu yang tega dan pelit karena memberi anaknya susu murah? Apakah Anda pernah mendapat penilaian sepihak dari orang lain karena ada ketidaksempurnaan dalam diri Anda? Tenang, Anda tidak sendirian. Dian Kristiani melalui bukunya “I'm (Not) Perfect” pun merasakan hal yang sama dengan yang Anda rasakan. Meski demikian, penulis buku ini memilih bahagia. Menurutnya, setiap perempuan pasti menginginkan dirinya sempurna. Namun, menjadi tak sempurna itu manusiawi. Jadi, tidak logis jika menempatkan penilaian orang lain sebagai syarat kebahagiaan. Membaca buku ini, mengingatkan saya untuk lebih mencintai diri sendiri, memaafkan hal-hal yang tidak bisa saya lakukan, lebih mensyukuri hidup dan menghargai oran...

MENGENAL ANAK INDIGO MELALUI NOVEL

  Judul Buku : Misteri Anak Jagung Penulis : Wylvera Windayana Penerbit : PT. Penerbitan Pelangi Indonesia Cetakan : I, Januari 2013 Tebal Buku : 200 halaman Harga : Rp. 48.000,- Anda penasaran mengetahui siapa anak indigo itu, namun malas membaca buku The Indigo Children karya Lee Carroll dan Jan Tober? Saran saya, bacalah Misteri Anak Jagung. Novel remaja pertama yang ditulis oleh Wylvera Windayana ini mengisahkan tentang petualangan anak indigo dalam bingkai cerita misteri. Gantari – tokoh utama novel ini – sering dihantui oleh sosok Anak Jagung. Sosok itu seringkali muncul dalam mimpi-mimpinya. Sosok yang membuat Gantari penasaran sekaligus ketakutan. Selain muncul melalui mimpi, suara tangisan sosok misterius dari arah ladang jagung juga kerap mengusik telinganya. Apakah Legenda Anak Jagung yang diceritakan nenek Gantari itu benar-benar ada? Bersama Delia, Gantari berusaha mengungkap semuanya. Usaha mereka semakin terbuka ...

TEKAD MEMULIHKAN NAMA BAIK

Judul Buku : Princess Badung Penulis : Veronica Widyastuti Penerbit : Tiga Ananda Cetakan : I, Januari 2013 Tebal Buku : 64 hal Harga : Rp. 22.000,- Bagaimanakah perasaan Anda jika mendapat julukan “bengal” atau “pelupa”? Pastinya tidak nyaman, bukan? Begitu juga dengan seorang anak. Novel Princess Badung karya Veronica Widyastuti ini mengisahkan tentang ketidaknyamanan seorang anak yang mendapat julukan negatif. Kyla – tokoh utama dalam novel ini – adalah anak berumur 7 tahun yang sangat menggemari pernak-pernik tokoh p rincess . Kyla bahkan bercita-cita menjadi seorang princess yang anggun. Kesempatan itu datang saat Kyla diminta menjadi “patah”, putri pengipas pengantin dalam adat pernikahan tradisional jawa. Sayangnya, Kyla malah mendapat julukan Princess Badung gara-gara kejadian yang dialaminya saat menjadi “patah” (hal.12). Kyla kesal dengan julukan badung yang melekat pada dirinya. Kyla bertekad memulihkan nama baiknya. Kyla ingin membuktikan bahwa i...

MELUNCUR DI ATAS JAHE

“Teeet! Teeet! Teeet!” Suara bel berbunyi tiga kali. Tanda ujian berakhir. “ Alhamdulillah...”, ucapku pelan. Lega rasanya ujian semester ini telah berakhir. Bergegas aku mengumpulkan lembar jawaban ke depan. Ternyata aku yang paling akhir. Setelah mengambil tas, aku duduk di samping kursi Maikah. “Mai, aku dengar kabar dari kelas 6, liburan ini kita akan diajak outbond ke Gua Pindul lho..” bisikku pada Maikah. Sudah menjadi kesepakatanku dengan Maikah, pada masa-masa ujian seperti sekarang ini, pantang bagi kami berdua membahas soal ujian sekolah. Maikah menoleh. “Oya? Asyik dong! Jadi pengen beli gatot sama tiwul.” “Ah, kau! Makanan aja yang diingat,” kucubit perut Maikah yang semakin buncit. Maikah memasukkan peralatan tulis ke dalam tas. “Memang sudah pasti ke Gua Pindul?” tanya Maikah ragu-ragu. Aku mengedikkan bahu. “Yah, semoga aja” Topik tentang liburan semester memang selalu hangat dalam perbincangan kami. Sudah seminggu kami sekelas membincangkan topi...