Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Bunda, Pekerjaanmu Masih Bisa Menunggu

Pagi itu saya hendak mencuci pakaian. Dua gunung baju kotor “ngawe-awe” minta dicuci. Segunung baju bisa langsung dimasukkan mesin cuci. Segunung lagi, baju dan celana anak-anak yang harus dibilas terlebih dahulu. Sengaja dua gunung itu saya pisah sejak awal agar memudahkan saat mencucinya.
Kulihat Reksa asyik menata mainan seperti pedagang sedang menggelar lapaknya. Sedangkan Saka puter-puter ruangan dengan kelincinya. “Pertanda yang baik” batinku dalam hati. Anak-anak anteng bermain, sementara ibu bisa tenang bekerja. Impian hampir sebagian besar ibu rumah tangga sepertiku.
Namun, kenyataan seringkali berlainan. Saat hendak menuju ke kamar mandi, Reksa memanggil. “Bun, iki dua ratus to?” tanya Reksa sambil memperlihatkan uang kertasnya. “Angka nol-nya ada berapa?” Saya balik bertanya. “Tiga” “Berarti kui dua ribu. Nek dua ratus ki angka nolnya dua.” jelasku. “Oh..” Reksa manggut-manggut dan kembali berkutat dengan uang kertasnya.
Saya pun kembali menggendong cucian. Menaruhnya d…