Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

DAY 10 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Terhitung sejak 1 Maret 2016, saya menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga (Stay At Home Mom). Idealisme saya tentang sosok ibu rumah tangga yang keren membuat saya mengalami berbagai pengalaman kejiwaan yang belum pernah saya alami saat dulu menjadi ibu bekerja. Post Power Syndrom pasca resign PNS, keinginan untuk mandiri secara finansial, hingga kehampaan karena merasa diri kurang berguna, campur aduk dengan keseharian saya membersamai tumbuh kembang anak. Kondisi ini sempat menjadikan diri saya awut-awutan dan kehilangan arah.

Bersyukur, kondisi tersebut tidak lama. Sebagai manusia merdeka, keinginan saya hanyalah tetap tumbuh. Tumbuh menjadi pribadi yang produktif berkarya dalam bidang yang saya gemari yakni membaca dan menulis bacaan anak. Membacakan buku anak karya saya sendiri pada Reksa dan Saka adalah bayangan mebahagiakan yang sering melintas dalam benak saya. Sebagai seorang ibu, keinginan saya adalah mendidik anak-anak menjadi pribadi luhur dengan bahagia. Menyanyi, mewa…

DAY 9 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Orang tua adalah kunci utama keberhasilan anak dalam meraih kemandirian. Loh, bagaimana bisa? Jika orang tua sudah selesai dengan semua urusannya, anak relatif mudah menjalani tantangan kemandiriannya. Permasalahannya, jika orang tua belum selesai dengan urusannya, sedikit banyak anak akan direpotkan dalam ketidakteraturan jadwal orang tua. Catatan ini adalah refleksi dari kejadian hari jumat (21/7/2017). Berhubung minggu ini saya sedang dikejar deadline belajar menulis dari kelas yang saya ikuti, hampir sehari semalam saya berada di depan laptop. Memikirkan bagaimana menemukan ide yang menarik diangkat. Merangkai kata agar ide tersebut bisa tertuang dalam tulisan sehingga mudah dipahami oleh anak-anak sebagai pembaca pemula. Padahal waktu terus berlari tak kenal henti membuat pikiran saya kalut. Kesabaran saya yang biasanya sepanjang usus, tiba-tiba sependek sumbu kompor. Hahaha..

Saya jelas tidak menghendaki kondisi psikis saya ini berimbas pada anak-anak. Tapi kenyataannya, saya te…

DAY 8 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Memasuki hari ke delapan dari 10 hari tantangan rasanya sudah lebih mudah. Tak seberat saat awal-awal latihan. Reksa sudah terbiasa beres-beres kamar dan mengembalikan piring ke rak sebelum berangkat ke sekolah. Sepulang sekolah, Reksa menjemur pakaian. Sorenya dia membantu memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci.

Saka juga sudah terbiasa melepas dan mengenakan pakaian sendiri. Hanya saja Saka terkadang menyengaja salah saat memakai baju. Saat saya bilang, “Rasah aneh-aneh!” Saka nyeletuk, “Ah, Saka aneh-aneh,” sambil tersenyum puas. Dia ingin bercanda dan membuat saya kesal. Hehe.. Padahal Saka sudah tahu bagaimana cara memakainya.

Dalam mengembalikan mainan ataupun barang yang dipakai, Saka cukup pintar diajak bekerjasama. Apalagi saat ada kakaknya. Sebelum saya memintanya mengembalikan, kakaknya sudah lebih dulu mengingatkan. Reksa malah lebih tegas dibanding saya sehingga adiknya tak jadi menunda-nunda. Hanya saja untuk latihan mengembalikan barang ini kondisional karena anak-…

DAY 7 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Berbeda dengan hari-hari pertama saat latihan kemandirian, memasuki hari ketujuh ini Reksa sudah terbiasa menjalani apa yang menjadi tanggung jawabnya. Justru saya yang kadang hati-hati saat akan memintanya mengerjakan sesuatu. Seperti sore hari kemarin (19/7/2017), saya menunggu waktu yang tepat untuk meminta Reksa mengerjakan tugasnya. Saat momen itu datang, saya segera memintanya mengembalikan piring yang sudah menumpuk sejak siang. Reksa malah santai berkomentar, “Lah, Bunda kok baru bilang?!” Dan saya baru sadar, ternyata Reksa sudah mulai terbiasa dengan tugas barunya. Adapun dengan Saka, saya masih perlu melihat situasi dan kondisinya. Meski Saka sudah paham bahwa saat ini dia harus makan dan berpakaian sendiri, terkadang ada masa dimana saya harus mengalah dan turun tangan. Seperti kejadian sore kemarin. Entah karena apa, Saka jadi rewel sekali. Ada saja yang membuatnya menangis. Dalam kondisi ini, saya tidak bisa saklek memintanya makan sendiri. Awal-awal makan, saya terpaksa …

DAY 6 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Jika menilik rencana 10 hari melatih kemandirian anak, seharusnya tugas Reksa lima hari ke depan adalah membuang sampah dan membantu memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci. Berhubung beberapa hari sebelumnya, saat saya akan membuang sampah malah ketemu ular, untuk sementara rencana membuang sampah saya cancel. Saya ganti dengan melatih kemandirian Reksa dalam mengembalikan pakaian ke almari baju. Jadi, skill yang saya latihkan untuk lima hari ke depan adalah membantu memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci dan mengembalikan pakaian bersih ke almari baju. Adapun untuk Saka, rencana masih seperti semula yakni membereskan mainan dan mengembalikan barang pada tempatnya. Kedua latihan ini sebenarnya hampir sama, hanya saja untuk mengembalikan barang pada tempatnya lebih luas maknanya seperti mengembalikan baju bersih ke almari, menaruh piring dan gelas kotor ke tempat cuci piring, dan menaruh pakaian kotor ke keranjang pakaian. Saya berharap latihan ini bisa menggugah kesadaran Saka bahwa ba…

Day 5 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Hari Pertama Sekolah Senin (17/7/2017) adalah hari pertama sekolah anak-anak. Reksa masuk TK, sedang Saka masih belajar di PAUD. Bagi keluarga kami, hari pertama sekolah bukan berarti hari pengurangan tanggung jawab anak dalam keluarga. Reksa tetap mempunyai tugas menjemur pakaiannya sendiri, membereskan kamar dan mengembalikan piring ke rak. Sedangkan Saka harus sudah mandiri dalam hal makan dan berpakaian.

Maka, pagi hari seusai Reksa mandi dan sarapan, dia lantas membereskan kamarnya. Tentu saja saya masih mengingatkannya. Kamarnya tidak begitu berantakan, jadi cukup memindah beberapa barang ke tempatnya dan menyapu saja. Setelah selesai beres-beres kamar, Reksa kemudian mengembalikan piring dan menjemur pakaiannya. Ketiga tugas ini tidak membutuhkan upaya yang besar, mengingat Reksa sedang semangat-semangatnya sekolah. Sehingga keceriaan hatinya membuat latihan ini berjalan lancar.

Sama dengan kakaknya, Saka juga semangat sekolah. Oleh karenanya dia juga lancar-lancar saja saat saya …

Day 4 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Saka Pertama Kali Main Otopet Seperti biasanya, setiap hari minggu kami sekeluarga refreshing ke alun-alun wates. Sembari ayah olahraga, anak-anak bermain di sebelah timur alun-alun. Aturannya, anak boleh memilih satu wahana bermain. Hanya satu saja dan tidak boleh lebih. Kemarin minggu (16 Juli 2017), Saka minta naik odong-odong. Saya dan Reksa menunggu hingga Saka selesai naik odong-odong. Setelah Saka selesai, saya kemudian mengantar Reksa main otopet.

Melihat Reksa main otopet, Saka tertarik mencoba. Jika menilik aturannya, jelas Saka tidak boleh main lagi. Berhubung yang dia inginkan adalah otopet, saya membolehkan karena sebelumnya Saka belum pernah mencoba otopet. Saya pikir ini kesempatan belajar bagi Saka untuk mencoba skill baru. Awalnya, Saka agak kesulitan karena dia harus menjejak kakinya kuat-kuat. Saya membantu mendorongnya selama satu putaran. Pada putaran selanjutnya, Saka sudah bisa naik otopet sendiri meski pelan.

Seusai bermain, kami makan soto bersama. Semula Saka …

DAY 3 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Tanggal 15 Juli 2017 adalah hari pernikahan kakak ipar saya. Sejak sebelum shubuh, anak-anak sudah bangun dan langsung mandi karena harus berada di rumah kakek pukul 05.30 WIB. Kondisi ini terpaksa membuat saya tidak melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak dan membersihkan rumah. Bahkan hingga kami sampai rumah lagi pada sore harinya. Upaya melatih kemandirian untuk anak-anak sebisa mungkin tetap kami latihkan meski tidak sesuai dengan rencana awal. Pagi hari, selepas Saka bangun, saya memintanya melepas pakaian dan kemudian mandi. Berhubung waktu sangat mendesak, saya membantunya mengenakan pakaian agar cepat selesai. Sementara untuk makan pagi, anak-anak hanya makan roti saja.

Di tempat acara dihelat, Saka cukup mandiri. Dia bermain bersama saudara-saudaranya. Berjalan kesana kemari, bermain balon hingga melihat saudaranya bermain game. Saat menjelang siang hari, Saka saya ambilkan soto sulung. Awalnya Saka saya suapi beberapa sendok saja karena dia rewel minta segera makan…

DAY 2 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Memasuki hari kedua tantangan 10 hari melatih kemandirian anak, saya kembali menegaskan kepada anak-anak mengenai tanggung jawabnya. Kalau biasanya Reksa hanya memiliki tugas menjemur pakaian, saat ini ia mendapat tambahan tugas bersih-bersih kamar dan mengembalikan piring bersih ke rak. Adapun Saka, ia berlatih untuk makan dan mengenakan pakaian sendiri.
Latihan Kemandirian Reksa Setelah saya menegaskan apa yang menjadi tanggung jawab anak-anak, latihan langsung dimulai sejak pagi hari. Reksa bersih-bersih kamar dimulai dari mengembalikan barang-barang pada tempatnya, membersihkan tempat tidur, menata bantal dan menyapu lantai. Latihan ini cukup lancar dan tidak ada kendala berarti. Sebagai dokumentasi, saya memotret dan merekam proses latihan ini.

Adapun untuk latihan mengembalikan piring, saya latihkan dua kali yakni pagi dan sore hari. Pada pagi hari, setelah saya mencuci piring, saya meminta Reksa mengembalikannya ke rak. Berhubung saat itu Reksa sedang main di halaman rumah, say…

Day 1 : Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak

Melatih Kemandirian Anak Setelah libur lebaran, bersyukur sekali kelas Bunda Sayang IIP Batch 3 mulai aktif lagi. Kali ini materi yang kami peroleh adalah tentang apa, mengapa dan bagaimana kemandirian dilatihkan pada anak. Materi yang sangat menarik bagi saya mengingat kemandirian merupakan pintu masuk anak menjadi seorang pembelajar seumur hidup. Sebagaimana materi komunikasi produktif, pada materi kemandirian ini pun kami ditantang untuk mengerjakan game selama 10 hari berturut-turut. Pada game kali ini, saya telah menyusun program “One Week One Skill” dalam rangka melatih kemandirian anak. Adapun program tersebut adalah sebagai berikut :
ONE WEEK ONE SKILL”
No. Nama Anak/ UsiaSkill Periode Latihan 1 Reksa (5y6m)Bersih-bersih kamar
Mengembalikan piring bersih ke rak piring

Membantu memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci
Membuang sampah13-17 Juli 2017


18-22 Juli 20172 Saka (2y10m)Makan sendiri
Melepas dan mengenakan pakaian

Membereskan mainan
Mengembalikan barang ke tempat semula 13…